08
Okt
08

Asal usul Piano

Piano : Merajai Dunia Selama 300 Tahun…

(Erabaru.or.id) —Cao Quanen adalah pria teknisi mixer piano keturunan Tionghoa, asal Qingdao, Tiongkok, yang sekarang menetap di Melbourne, Australia. Sejak kanak-kanak ia menyukai piano dan penggemar musik klasik. Pada awal 80-an, kali pertama ia mendirikan sekolah gitar amatir privat di Qingdao dan pernah berguru mentuning dan service piano pada teknisi mixer Chao Huanan dari bagian reparasi pabrik piano Xing Hai Beijing.

Awal 1991 bekerja pada perusahaan Nelson Dorizac Piano di Wellington, Selandia Baru, menjabat sebagai teknisi mixer hingga 8 tahun lamanya. Pada masa itu ia memperoleh sertifikat teknisi mixer piano dengan status diakui di Selandia Baru. Pekerjaan teknisi mixer piano adalah impian Cao sejak muda. Ia memiliki sebuah motto: “Tergila-gila oleh piano”. Dari sini terlihat kecintaannya terhadap piano….

Tempat Lahirnya….
Piano sejak 1709 diciptakan di Italia telah melewati kurun waktu perkembangan 3 zaman, yakni: piano kuno, model Victoria dan piano modern.

Mereka masing-masing telah melewati masa perubahan sejarah selama ratusan tahun. Selama beberapa ratus tahun tak henti-hentinya dimodifikasi. Maka itu yang nampak di depan mata kita ialah piano yang kadangkala datar, terkadang berdiri tegak, kadangkala empat persegi panjang, lalu balik lagi menjadi model bersayap.

Ia pernah digabung bersama dengan meja tulis, ranjang, bahkan dengan mesin jahit. Sesudah direvisi selama 100 tahun sejak diciptakannya, ia baru secara mendasar berbentuk permanen.

Piano benar-benar bagaikan seorang bintang yang tak mau ketinggalan mode zaman. Tak peduli gaya Barok yang anggun dan tegas, atau klasikisme yang gagah dan unik, tak peduli suara yang bebas lepas dan menonjolkan romantisme pribadi, ataupun sampai aliran impresionisme yang anti tradisi dan mengejar cahaya dan warna, piano benar-benar kompeten untuk segalanya.

Apabila tidak ada dia, mana ada musik dalam ruangan? Lebih-lebih lagi tak bakal ada hasil karya hebat dari guru besar musik seperti: Mozart, Hayden, Beethoven, Schubert, Schumann, Mendelssohn, Brahms dan lain sebagainya.

Tak ada piano, bagaimana musik modern diciptakan? Lagu-lagu pop bagaimana dipopulerkan? Selama 300 tahun ini, ia senantiasa adalah bintang yang tak mau di-stereotype-kan. Bersamaan dengan mengkreasinya juga umat manusia telah dikreasi. Tak perlu diragukan lagi, kelahiran piano adalah penunjuk jarak (mile stone) penting dari sejarah musik umat manusia.

Nama piano berasal dari bahasa Italia. Sekitar tahun 1709, ada seorang perajin alat musik bernama Bartolomeo di Francesco Cristofori dari keluarga Florence-Medici. Ia mencari alat musik yang bila dibandingkan dengan piano primitif bersenar (disebut harpsichord), lebih bisa mengekspresikan perasaan, yakni yang keyboardnya bisa sesuka hati mengeluarkan suara kuat dan lemah.

Kala itu piano memiliki sebuah nama yang belum permanen, setelah berselang 1 abad baru memiliki sebutan Piano seperti biasa kita sebut.

Cristofori pada mulanya menggunakan perangkat mekanik yang bunyinya ditimbulkan dengan memukul dengan palu pada senarnya, itu sesuai prinsip mesin escapement supaya suara piano lebih memiliki ekspresi, tingkatan suaranya lebih kaya, dan dapat langsung melalui tekanan tuts piano oleh jari jemari dalam pengendalian suaranya.

Setelah itu pada mesin prototipnya dipasangi lagi sistem pengungkit peredam getaran agar kecepatan pukulan senar 10 kali lebih cepat. Agar keyboard bisa menyambung dengan speed cepat dan wilayah suara juga bisa ditambah hingga 8 derajat sebanyak 4 kali, dari situ terciptalah bentuk piano modern.

Satu abad sesudah piano pertama diciptakan oleh Cristofori, piano model kuno harpsichord masih saja memimpin posisinya di panggung. Tetapi peran pimpinan ini lambat laun digantikan oleh instrument key board, yakni symbol dari piano modern.

Yang sangat disayangkan ialah, Italia sebagai pusat seni yang telah menyediakan panggung akbar bagi kejayaan musik dunia ini, malah bersikap seolah tuli terhadap suara alat musik keyboard yang paling ekspresif ini. Bahkan pada akhirnya hanya dingin-dingin saja.

Hingga saat ini Cristofori adalah orang pertama dan sekaligus orang terakhir penemu piano Italia. Piano telah berkembang pesat di manca negara.

1730, F. Silberman mempelajari perangkat equipment key board ala Cristofori dan berhasil mencipta piano yang pertama. Enam tahun kemudian sesudah si tua Johan Sebastian Bach telah dua kali meneliti piano Silberman, akhirnya menemukan “gebukan tongkat”.

Maksudnya ialah tekanan/ketokan palunya terlalu berat dan wilayah suara tinggi terlalu keras. Kata bijak didengar telinga, Silberman bersedia menampung usulan Bach.

1747, ia bersama 12 murid-muridnya yang terkenal, telah mencipta dua buah piano pemukul senar yang berlainan gaya yakni gaya Wina dan Inggris. Dua aliran besar ini, masing-masing secara terpisah berpengaruh akan kandungan makna sejarah terhadap komponis waktu itu.

Sumbangsih utama perubahan piano kala itu ialah dengan adanya penggunaan damper. Penambat-suara manual yang dipasang untuk piano mampu menggerakkan damper lepas dari senarnya.

Ini yang membuat corak suara/timbre piano memiliki semacam warna misterius. Karakter semacam ini pada piano saat ini dengan cepat dan tangkas dikendalikan dengan mempergunakan kaki.

Susah dibayangkan ketika itu masih menggunakan tangan. Melalui perubahan terus menerus, keunggulan piano di dalam pengendalian volume suara lambat laun semakin menonjol.

Sesudah 1760, nasib piano telah mengalami perubahan dramatis, semakin banyak saja para komponis yang memasuki barisan komponis piano, semua orang telah ditaklukkan oleh daya tariknya yang khas. Piano mulai melangkahkan kakinya memasuki salon pribadi yakni kehidupan masyarakat umum. 1763 di Wina, mulai diadakan pertunjukan piano secara terbuka. (Cao Quanen/The Epoch Times/whs)

Source: http://www.erabaru.or.id/k_01_art_981.html

About these ads

1 Response to “Asal usul Piano”


  1. 1 gitagemintang
    Oktober 17, 2008 pukul 7:08 am

    kamen, i love piano..
    aku les orgen juga :)


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: